Pernah dengar kalimat seperti dalam judul artikel ini? Pasti pernah donk ya. Beberapa tahun lalu, kalimat ini juga sering muncul di lembaran kertas yang di selipkan di kemasan makanan atau tutup minuman, yang berhadiah. Bagaimana ketika kita mendapatkan ungkapan itu? Kecewa pastinya. Apalagi jika dapatnya gak cuma 1x. Rasanya jengkel dan mungkin ada yang mengatakan gak akan beli lagi. Pasti gak beruntung lagi.
Wajar gak perasaan seperti itu? Wajarlah ya. Bagaimana tidak? Tidak tercapainya suatu tujuan, akan membuat kecewa dan sakit hati, tak peduli faktor penyebabnya itu apa dan dalam konteks seperti apa. Bukan hanya orang dewasa, anak kecil pun juga demikian. Namun, tindakannya saja yang berbeda.
Lalu bagaimana menghadapi kegagalan? Wait. Apa arti Gagal? Gagal berarti belum bisa mencapai target / tujuan yang ditetapkan. Faktornya? Ada beberapa faktornya, Guys. Nah, Rere coba ulas ya beserta bagaimana cara penanganannya. Yuk cuz...
1. Emang dari kitanya kurang berjuang
Ada yang mengalami kegagalan karena emang dari diri sendiri nih yang kurang berjuang. Ya udah lah, yang penting selesai. Lewat aja lah. Ada gak?
Pasti ada dunk. Rere juga pernah kok seperti ini. Ketika kelas 2 SD, nilai Mapel Matematika Rere dapat 0, duh... rasanya gimana gitu. Itu nilai pertama Rere dapat 0. Sampe rumah, alhasil kena marah Mama. Ya jelas lah ya. Salahnya di siapa? Ortu? Guru? Teman? Tentu bukan. Tp di diri Rere sendiri. Menggampangkan atau menyepelekan. Sejak saat itu, Rere bertekad tidak akan pernah lagi dapat nilai 0.
Lalu, bagaimana menghadapinya? Jika diri kita yang jadi faktornya, tentu saja harus dimulai dr diri kita. Perbaiki dulu diri kita. Apa yang menjadi tujuan kita? Itu jadi arah kita. Lalu pola pikir kita. Kegagalan memang menyakitkan. Namun cobalah untuk menanamkan kalimat positif untuk diri. Misalnya, "Ah, ayo berjuang lagi. Pasti ada kesempatan yang lain.", "terus maju, pasti akan ada yang terbaik." Dan lain-lain. Usahakan pikiran negatif tidak hinggap di diri kita. Sehingga kita bisa bangkit dan terus berjuang.
Kemudian, kita bisa mencari komunitas di sekitar kita yang bisa diajak sharing dan memberikan motivasi. Entah secara offline ataupun online.
2. Salah strategi
Bahasa kerennya adalah salah trik atau tak-tik. Kurang tepat dalam caranya, sehingga hasil yang di dapat tidak maksimal, bahkan gagal.
Contohnya bolu kukus. Tahukah kita bagaimana cara mengolahnya? Ketika kita hanya sekedar menjalankan, asal tahu resepnya, tidak peduli cara membuatnya, resikonya adalah bolu kukus tidak akan bisa tertawa, yang ada bolunya cemberut π. Mengapa? Karena salah strategi dalam membuatnya. Terkhusus dalam mengaduk telor nya. Harus benar dan tepat, bagaimana mengaduknya dengan mixer, tekstur harus seperti apa. Ketika semua tepat dan benar, maka akan dihasilkan bolu kukus yang tersenyum bahkan tertawa. Berhasil. Semua senang melihat.
Nah, sama juga dengan kita. Mengapa kita belum berhasil? Karena strategi / cara kita kurang tepat. Eits, tapi ingat tetap harus dengan cara yang benar dan jujur ya agar ada kepuasan tersendiri.
Seperti seorang petani. Ketika dia menanam padi di sawah, tentu dia harua tahu bahwa akan ada banyak hama ysng akan mengganggu tanamannya. Oleh karena Itu, ia harus lebih memiliki banyak strategi untuk menguair hama agar memiliki hasil sawah yang maksimal. Jika tidak demikian, maka ia akan mengalami banyak kerugian.
Jadi pengaturan strategi / cara itu sangat penting. Agar hasilyang di dapat maksimal.
Bahasa kerennya adalah salah trik atau tak-tik. Kurang tepat dalam caranya, sehingga hasil yang di dapat tidak maksimal, bahkan gagal.
Contohnya bolu kukus. Tahukah kita bagaimana cara mengolahnya? Ketika kita hanya sekedar menjalankan, asal tahu resepnya, tidak peduli cara membuatnya, resikonya adalah bolu kukus tidak akan bisa tertawa, yang ada bolunya cemberut π. Mengapa? Karena salah strategi dalam membuatnya. Terkhusus dalam mengaduk telor nya. Harus benar dan tepat, bagaimana mengaduknya dengan mixer, tekstur harus seperti apa. Ketika semua tepat dan benar, maka akan dihasilkan bolu kukus yang tersenyum bahkan tertawa. Berhasil. Semua senang melihat.
Nah, sama juga dengan kita. Mengapa kita belum berhasil? Karena strategi / cara kita kurang tepat. Eits, tapi ingat tetap harus dengan cara yang benar dan jujur ya agar ada kepuasan tersendiri.
Seperti seorang petani. Ketika dia menanam padi di sawah, tentu dia harua tahu bahwa akan ada banyak hama ysng akan mengganggu tanamannya. Oleh karena Itu, ia harus lebih memiliki banyak strategi untuk menguair hama agar memiliki hasil sawah yang maksimal. Jika tidak demikian, maka ia akan mengalami banyak kerugian.
Jadi pengaturan strategi / cara itu sangat penting. Agar hasilyang di dapat maksimal.
3. Kurang persiapan / penguasaan
Banyak orang yang melakukan sesuatu karena bonek. Bondo nekat. Yang penting ada keberanian, maju saja. Setuju?
Tunggu dulu. Keberanian dan kekuatan masing- masing berbeda. Ada yang hasil modal mental kuat, dia bisa berhasil. Tapi jika dijalankan oleh yang lain, belum tentu hasilnya sama. Oleh karena itu, sangat penting persiapan / pengetahuan tentang hal yang akan kita kerjakan.
Sama seperti tukang bangunan. Dia akan duduk diam sebelum mengerjakan pembangunan. Dia akan melihat denah, memikirkan segala sesuatu dan cara, bagaimana bisa menjadi seperti pola di gambar. Bagaimana tekstur tanahnya, apakah cocok dengan model bangunan seperti itu. Apakah bahan terbaik, sehingga menghasilkan bangunan yang tahan dalam waktu lama. Pada saat pengerjaan juga demikian. Ketika ada sesuatu hal yang menghambat, ia dengan kreatifitasnya bisa menyelesaikannya. Apalagi ketika ia harus bekerja dengan team, ia harus menjadi motor penggerak. Jadi semua harus dikuasai. Tidak cukup hanya dimengerti. Saat semua dikuasai, akan memudahkan dalam pengerjaan dan pencapaian target.
Banyak orang yang melakukan sesuatu karena bonek. Bondo nekat. Yang penting ada keberanian, maju saja. Setuju?
Tunggu dulu. Keberanian dan kekuatan masing- masing berbeda. Ada yang hasil modal mental kuat, dia bisa berhasil. Tapi jika dijalankan oleh yang lain, belum tentu hasilnya sama. Oleh karena itu, sangat penting persiapan / pengetahuan tentang hal yang akan kita kerjakan.
Sama seperti tukang bangunan. Dia akan duduk diam sebelum mengerjakan pembangunan. Dia akan melihat denah, memikirkan segala sesuatu dan cara, bagaimana bisa menjadi seperti pola di gambar. Bagaimana tekstur tanahnya, apakah cocok dengan model bangunan seperti itu. Apakah bahan terbaik, sehingga menghasilkan bangunan yang tahan dalam waktu lama. Pada saat pengerjaan juga demikian. Ketika ada sesuatu hal yang menghambat, ia dengan kreatifitasnya bisa menyelesaikannya. Apalagi ketika ia harus bekerja dengan team, ia harus menjadi motor penggerak. Jadi semua harus dikuasai. Tidak cukup hanya dimengerti. Saat semua dikuasai, akan memudahkan dalam pengerjaan dan pencapaian target.
4. Kurang tekun / Disiplin / Gigih
Ada beberapa tipe orang dalam berusaha. Pertama maju terus pantang mundur. Ada batu, cari jalan lain, dan lain sebagainya. Tapi orang kedua baru melihat kerikil dari jauh, sudah lambaikan bendera putih. Orang ketiga jalani saja, berhasil ya syukur, kalo gagal ya sudah. Kita masuk tipe yang mana? π Setiap tipe pasti ada plus minusnya ya. Oleh karena itu, perlu seimbang.
Kepintaran bukan patokan orang menjadi berhasil. Banyak orang putus sekolah, bahkan tidak merasakan ilmu pendidikan sama sekali, bisa sukses dalam hidupnya. Intinya hanya ketekunan, kegigihan, disiplin.
Pernah dengar nama Colonel Sanders? Ya, beliau adalah penemu resep KFC. Berawal dari kecintaannya pada ayam goreng. Tapi ia memiliki kerinduan membuat ayam goreng yang berbeda. Maka terciptalah KFC. Apakah langsung boom dan diterima? Ternyata tidak. Beliau harus mengalami 1000 lebih penolakan. Bayangkan Guys. Gimana rasanya 1000 lebih kali ditolak? Tetapi semangatnya luar biasa. Ia tidak menyerah dan putus asa. 1 hal, ia memiliki keyakinan pasti resepnya akan disukai. Dan benar, resepnya disukai di mana-mana bahkan sampai sekarang.
Kegigihan, ketekunan, disiplin ternyata sangat penting. Tanpa mental itu di diri kita, kita akan mudah menyerah dan akhirnya diam tanpa melakukan apa-apa, takut akan gagal lagi.
Ada beberapa tipe orang dalam berusaha. Pertama maju terus pantang mundur. Ada batu, cari jalan lain, dan lain sebagainya. Tapi orang kedua baru melihat kerikil dari jauh, sudah lambaikan bendera putih. Orang ketiga jalani saja, berhasil ya syukur, kalo gagal ya sudah. Kita masuk tipe yang mana? π Setiap tipe pasti ada plus minusnya ya. Oleh karena itu, perlu seimbang.
Kepintaran bukan patokan orang menjadi berhasil. Banyak orang putus sekolah, bahkan tidak merasakan ilmu pendidikan sama sekali, bisa sukses dalam hidupnya. Intinya hanya ketekunan, kegigihan, disiplin.
Pernah dengar nama Colonel Sanders? Ya, beliau adalah penemu resep KFC. Berawal dari kecintaannya pada ayam goreng. Tapi ia memiliki kerinduan membuat ayam goreng yang berbeda. Maka terciptalah KFC. Apakah langsung boom dan diterima? Ternyata tidak. Beliau harus mengalami 1000 lebih penolakan. Bayangkan Guys. Gimana rasanya 1000 lebih kali ditolak? Tetapi semangatnya luar biasa. Ia tidak menyerah dan putus asa. 1 hal, ia memiliki keyakinan pasti resepnya akan disukai. Dan benar, resepnya disukai di mana-mana bahkan sampai sekarang.
Kegigihan, ketekunan, disiplin ternyata sangat penting. Tanpa mental itu di diri kita, kita akan mudah menyerah dan akhirnya diam tanpa melakukan apa-apa, takut akan gagal lagi.
5. Atau mungkin juga, memang belum waktunya
Segala sesuatu ada waktunya. Benar sekali. Ini yang sering dikatakan oleh Mama saya ketika saya belum berhasil mencapai sesuatu. "Sabar yo, Nduk. Mungkin belum waktunya." Tujuannya adalah untuk membangkitkan semangat kita agar berjuang lagi. Jika sudah waktu Allah dan kita sudah siap, pasti akan mendapatkan keberhasilan itu. Tapi di sini jangan salah kaprah ya. Walaupun gak ada yang tau waktu dan rencana Allah, kita tetap punya kewajiban melakukan bagian kita. Kita perlu berjuang sebagai wujud kekuatan dan semangat dalam kehidupan kita.
Nah Guys.. setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan, baik dalam hal sederhana, maupun dalam hal.yang besar. Untuk menghadapinya, tergantung bagaimana kita. Apakah kita mau terus berjuang ataukah kita justru berhenti tanpa melakukan apa-apa. Jika kita terus berjuang meskipun gagal, ini menjadi nilai plus bagi kita. Mental kita teruji, kita menjadi lebih kuat dan dipersiapkan untuk masa depan.
Yeeaaaahhhh πͺπͺπͺπͺ
Semangat terus.
Segala sesuatu ada waktunya. Benar sekali. Ini yang sering dikatakan oleh Mama saya ketika saya belum berhasil mencapai sesuatu. "Sabar yo, Nduk. Mungkin belum waktunya." Tujuannya adalah untuk membangkitkan semangat kita agar berjuang lagi. Jika sudah waktu Allah dan kita sudah siap, pasti akan mendapatkan keberhasilan itu. Tapi di sini jangan salah kaprah ya. Walaupun gak ada yang tau waktu dan rencana Allah, kita tetap punya kewajiban melakukan bagian kita. Kita perlu berjuang sebagai wujud kekuatan dan semangat dalam kehidupan kita.
Nah Guys.. setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan, baik dalam hal sederhana, maupun dalam hal.yang besar. Untuk menghadapinya, tergantung bagaimana kita. Apakah kita mau terus berjuang ataukah kita justru berhenti tanpa melakukan apa-apa. Jika kita terus berjuang meskipun gagal, ini menjadi nilai plus bagi kita. Mental kita teruji, kita menjadi lebih kuat dan dipersiapkan untuk masa depan.
Yeeaaaahhhh πͺπͺπͺπͺ
Semangat terus.
Jangan jadikan kegagalan menjadi rintihan, tapi jadikan kegagalan sebagai tantangan untuk maju 1 langkah lebih baik.

Comments
Post a Comment